Jika Lewat Tempat Menyeramkan

Jika Lewat Tempat Menyeramkan

Jika Lewat Tempat Menyeramkan

Ada orang yang ketika melewati tempat gelap, hutan, atau tempat yang dianggap menyeramkan, lisannya spontan berkata,
“Permisi mbah…”
seolah keselamatan datang dari makhluk yang tidak terlihat.

Padahal seorang muslim diajarkan bahwa rasa takut, perlindungan, dan harapan tertinggi hanya ditujukan kepada Allah semata.
Karena meminta perlindungan adalah ibadah hati.

Islam tidak mengajarkan kita untuk menantang atau meremehkan hal gaib,
tetapi juga tidak mengajarkan bergantung kepada selain Allah.

Saat hati mulai takut, justru itulah saat terbaik untuk mengingat Allah.
Mengucapkan doa-doa perlindungan, berdzikir, dan menghadirkan keyakinan bahwa tidak ada makhluk yang mampu memberi mudarat tanpa izin-Nya.

Betapa banyak manusia takut kepada tempat angker,
namun tidak takut saat meninggalkan shalat.
Takut berjalan sendirian di malam hari,
namun tenang bermaksiat saat merasa tidak dilihat manusia.

Padahal yang paling pantas ditakuti adalah murka Allah,
dan yang paling pantas diminta perlindungan-Nya adalah Allah sendiri.

Adab seorang muslim ketika melewati tempat yang sunyi atau menakutkan adalah:
menjaga dzikir dan membaca doa perlindungan,
tidak berkata syirik atau meminta izin kepada selain Allah,
tidak mengganggu tempat orang lain,
menjaga sopan santun dan tidak sombong,
serta meyakini bahwa seluruh makhluk adalah ciptaan Allah yang tidak memiliki kuasa tanpa izin-Nya.

Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika singgah atau berada di suatu tempat adalah:
“A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.”

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”

Karena ketenangan sejati bukan berasal dari ucapan kepada makhluk,
tetapi dari hati yang bersandar penuh kepada Rabb semesta alam.

@bunayyati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *